Cara Mengukur ROI Billboard: 12 Cara Membaca Hasil Kampanye Luar Ruang
Iklan luar ruang tidak bisa diklik, sehingga banyak pengiklan merasa hasilnya tidak terukur. Anggapan itu tidak sepenuhnya benar. Yang tidak bisa dilakukan hanyalah mengukur seperti iklan digital; bukan berarti hasilnya mustahil dibaca. Dengan menyiapkan cara pengukuran sejak awal, Anda tetap bisa tahu apakah sewa billboard yang Anda bayar menghasilkan sesuatu.
Artikel ini memaparkan dua belas cara membaca hasil kampanye, dari yang paling sederhana sampai yang paling rinci, tanpa perlu perangkat mahal. Untuk harga sewa billboard, biaya billboard, maupun sewa videotron, angka selalu spesifik per titik dan periode — karena itu bagian akhir artikel mengarahkan Anda ke konsultasi gratis agar rencana pengukuran dan penawarannya bisa disusun bersama.
Mengapa pengukuran sebaiknya disiapkan sebelum media tayang
Kapan sebaiknya menyiapkan cara pengukuran? Sebelum materi dipasang. Setelah media tayang, sebagian besar data sudah tidak bisa dikumpulkan lagi. Ini perbedaan paling penting antara kampanye yang bisa dinilai dan kampanye yang hanya bisa dikenang.
Contoh sederhana: bila Anda ingin tahu berapa orang menghubungi setelah melihat billboard, nomor telepon khusus harus sudah aktif sejak hari pertama tayang. Bila ingin tahu apakah orang mencari nama usaha Anda setelah melihat media, Anda perlu mencatat kondisi sebelum kampanye sebagai pembanding. Semua itu tidak bisa dilakukan belakangan.
Pengukuran juga membantu Anda mengambil keputusan yang lebih tenang. Ketika ada pertanyaan dari pimpinan atau pemilik usaha tentang hasil kampanye, Anda bisa menjawab dengan data, bukan dengan kesan. Bagi banyak pemasar, kemampuan menjawab pertanyaan ini sama pentingnya dengan hasil kampanye itu sendiri, karena menentukan apakah anggaran tahun berikutnya disetujui.
Yang perlu dihindari adalah mengukur segala hal sekaligus. Pilih dua atau tiga cara yang paling relevan dengan tujuan Anda, lalu jalankan dengan disiplin. Kampanye yang diukur dengan tiga cara sederhana tetapi konsisten memberi pemahaman lebih baik daripada kampanye yang diukur dengan dua belas cara tetapi hanya setengah jalan.
Ada satu alasan lagi mengapa pengukuran sebaiknya disiapkan sejak awal: ingatan manusia tentang kampanye cepat memudar. Enam bulan setelah media diturunkan, Anda mungkin masih ingat bahwa kampanye "terasa ramai", tetapi tidak lagi ingat titik mana yang paling banyak menghasilkan telepon. Catatan tertulis menutup celah itu, dan menjadi dasar yang lebih adil ketika anggaran tahun berikutnya dibahas. Mulailah dari hal yang paling mudah: tentukan dua ukuran keberhasilan, catat kondisi awal, lalu jalankan sampai periode berakhir tanpa menambah ukuran baru di tengah jalan.
Cara pertama sampai keempat: mengukur seberapa banyak orang melihat
Bagaimana mengukur jangkauan tanpa data perangkat? Mulai dari perkiraan jumlah orang yang melintas di titik tersebut, lalu sesuaikan dengan kenyataan yang Anda amati sendiri. Perkiraan ini tidak perlu sempurna; yang penting Anda memakai dasar yang sama setiap kali, sehingga bisa dibandingkan antar periode.
Cara pertama adalah menghitung volume kendaraan atau pejalan kaki pada jam sibuk. Cukup lakukan pengamatan singkat pada dua atau tiga waktu berbeda, lalu catat polanya. Cara kedua adalah memperkirakan berapa banyak dari mereka yang benar-benar berpotensi membeli, bukan sekadar melintas. Jalan menuju kawasan perkantoran pada pagi hari dipenuhi pekerja, dan itulah yang perlu Anda hitung bila produk Anda untuk mereka.
Cara ketiga adalah mengukur lamanya orang melihat. Titik di dekat lampu merah atau tikungan memberi waktu pandang lebih panjang dibanding ruas yang mengalir lancar. Waktu pandang inilah yang menentukan berapa banyak isi pesan yang sempat terbaca, dan karenanya lebih berarti daripada jumlah kendaraan semata.
Cara keempat adalah menghitung berapa kali orang yang sama melihat media Anda. Bila kampanye berjalan lama di satu titik yang dilalui rutin oleh orang yang sama, pengulangan itulah yang membangun ingatan. Untuk kampanye pengenalan merek, angka pengulangan ini sering lebih penting daripada jumlah orang yang lewat sekali.
Perhitungan ini juga berguna ketika Anda beriklan di beberapa kota. Pola keramaian di Sudirman dan Thamrin pada pagi hari berbeda dengan pola di kawasan Simpang Lima Semarang atau Tunjungan Surabaya yang lebih ramai pada sore dan malam. Di Dago Bandung dan Malioboro Yogyakarta, pejalan kaki memberi waktu pandang lebih panjang dibanding pengendara. Menyamakan ukuran di semua kota tanpa memperhatikan pola seperti ini akan menghasilkan perbandingan yang menyesatkan.
Cara kelima sampai ketujuh: mengukur ingatan dan kesan
Bagaimana mengukur apakah orang mengingat iklan Anda? Dengan bertanya langsung kepada orang yang berada di sekitar titik. Cara ini sederhana dan sering lebih meyakinkan daripada perkiraan, asalkan dilakukan dengan sopan dan pada waktu yang tepat.
Cara kelima adalah menanyakan apakah orang mengingat melihat media Anda di kawasan itu. Tanyakan tanpa menunjukkan gambar, agar jawabannya jujur. Cara keenam adalah menanyakan pesan apa yang mereka ingat. Bila jawabannya sesuai dengan pesan utama Anda, berarti desain dan penempatannya bekerja. Bila yang diingat justru hal lain, itu tanda pesan perlu disederhanakan.
Cara ketujuh adalah mengukur kesan terhadap merek: apakah mereka merasa usaha Anda lebih terpercaya, lebih dikenal, atau lebih menarik setelah melihat media tersebut. Kesan seperti ini nyata pengaruhnya pada usaha seperti klinik, lembaga keuangan, atau penyedia jasa yang keputusannya berdasarkan kepercayaan.
Untuk kampanye yang lebih besar, cara-cara ini bisa diperluas dengan survei sebelum dan sesudah kampanye. Perusahaan riset seperti Kantar menyediakan pendekatan serupa untuk mengukur perubahan kesadaran merek. Namun untuk usaha menengah, wawancara singkat terhadap dua puluh sampai tiga puluh orang di sekitar titik sudah cukup memberi gambaran arah.
Agar hasilnya tidak bias, pilih responden yang belum tahu Anda sedang mengukur kampanye. Sapa orang di sekitar titik, ajukan pertanyaan singkat, dan catat jawabannya apa adanya. Lakukan pada dua waktu berbeda, misalnya pagi dan sore, karena komposisi orang yang melintas biasanya berubah. Catatan dari dua waktu ini sering memperlihatkan hal yang tidak terlihat bila hanya mengamati sekali.
Cara-cara ini memang tidak menghasilkan angka yang presisi seperti laporan iklan digital, tetapi bukan berarti kurang berguna. Yang dibutuhkan bukan ketepatan sempurna, melainkan gambaran yang cukup untuk membandingkan pilihan. Bila satu titik secara konsisten menunjukkan hasil lebih baik dari titik lain dalam tiga periode berbeda, kesimpulannya sudah cukup kuat untuk dijadikan dasar keputusan.
Untuk kota dengan karakter berbeda, wawancara singkat sebaiknya dilakukan pada waktu yang sesuai dengan pola setempat. Di kawasan perkantoran, waktu yang tepat adalah menjelang jam masuk dan jam pulang. Di kawasan wisata atau pusat belanja, akhir pekan justru lebih mewakili. Menyesuaikan waktu pengamatan dengan pola setempat membuat hasilnya lebih jujur daripada memakai jadwal yang sama di semua kota.
Cara kedelapan sampai kesepuluh: mengukur tindakan yang bisa dilacak
Bagaimana menghubungkan media luar ruang dengan tindakan nyata? Dengan memberi jalan masuk yang bisa dilacak. Prinsipnya: setiap saluran mendapat penanda sendiri, sehingga Anda tahu dari mana orang datang.
Cara kedelapan adalah alamat laman khusus yang hanya disebut di media luar ruang. Ketika laman itu dikunjungi, Anda tahu pengunjung datang dari sana. Cara kesembilan adalah nomor telepon atau akun pesan khusus untuk kampanye tersebut, sehingga tim Anda bisa mencatat asal setiap pertanyaan. Cara kesepuluh adalah kode promosi yang hanya berlaku bagi yang menyebutkannya setelah melihat media.
Ketiganya bekerja karena sederhana. Yang penting, penanda tersebut benar-benar hanya dipakai di media itu. Bila alamat khusus juga dipasang di media sosial, datanya akan tercampur dan tidak lagi bisa dipakai untuk menilai billboard. Karena itu, buat penanda yang memang hanya hidup selama kampanye berlangsung, lalu hentikan setelah periode selesai agar tidak mengaburkan data periode berikutnya. Prinsip pemisahan seperti ini juga ditekankan dalam pembahasan pengukuran lintas saluran oleh Think with Google, sementara asosiasi media luar ruang Amerika Utara, Out of Home Advertising Association of America, menekankan pentingnya bukti tayang yang terdokumentasi sebagai dasar penilaian.
Untuk usaha yang mengandalkan kunjungan langsung, penanda bisa berupa pertanyaan sederhana di kasir: "Tahu kami dari mana?" Lakukan konsisten selama kampanye, lalu bandingkan dengan periode sebelumnya. Data ini kasar, tetapi cukup untuk menunjukkan apakah media luar ruang memberi sumbangan atau tidak.
Untuk usaha dengan banyak cabang, penanda bisa dibedakan per kota. Pertanyaan di kasir cabang Semarang bisa mencatat asal pengunjung secara berbeda dari cabang Surabaya. Dengan begitu, Anda bisa melihat apakah kampanye di satu kota benar-benar menggerakkan kunjungan, atau justru kota lain yang paling merasakan dampaknya.
Cara kesebelas dan kedua belas: mengukur hasil penjualan dan nilai jangka panjang
Bagaimana mengaitkan kampanye dengan penjualan? Dengan membandingkan periode dan wilayah, bukan dengan menghubungkan satu orang ke satu iklan. Media luar ruang bekerja pada banyak orang sekaligus, jadi penilaiannya juga bersifat menyeluruh.
Cara kesebelas adalah membandingkan penjualan atau jumlah kunjungan pada periode kampanye dengan periode yang sama sebelumnya, sambil mencatat hal lain yang berubah, misalnya musim atau promosi lain. Cara kedua belas adalah mencatat nilai jangka panjang: berapa banyak orang yang menyebut nama usaha Anda di kemudian hari, berapa banyak yang menjadi pelanggan berulang, dan bagaimana pencarian nama usaha Anda di mesin pencari bergerak setelah kampanye berakhir.
Cara kedua belas ini sering diabaikan karena hasilnya tidak muncul segera. Padahal untuk media yang bertujuan membangun ingatan, justru inilah ukuran yang paling jujur. Kampanye yang tidak menaikkan penjualan segera bisa tetap berhasil bila membuat lebih banyak orang mengenali dan mempercayai merek Anda.
Yang penting adalah menetapkan sejak awal mana yang menjadi tujuan utama: pengenalan atau penjualan. Bila tujuannya pengenalan, jangan menilai dengan angka penjualan jangka pendek. Bila tujuannya penjualan, siapkan penanda yang bisa dilacak sejak hari pertama. Kekeliruan dalam menetapkan tujuan ini adalah sumber kekecewaan paling umum dalam kampanye luar ruang.
Untuk kampanye yang berjalan lama, periksa hasil di tengah periode, bukan hanya di akhir. Pemeriksaan tengah periode memberi kesempatan untuk memperbaiki hal kecil, misalnya pesan yang kurang jelas atau penanda yang tidak dipakai konsisten, sebelum periode berakhir. Tanpa pemeriksaan seperti ini, kesalahan yang sama berlangsung berbulan-bulan tanpa diketahui.
Untuk kampanye yang berjalan di beberapa kota sekaligus, tetapkan tujuan yang sama untuk semua kota agar hasilnya bisa dibandingkan. Bila Jakarta diukur dengan angka penjualan sementara Semarang diukur dengan jumlah telepon, Anda tidak akan pernah bisa menyimpulkan kota mana yang bekerja lebih baik. Keseragaman tujuan sederhana ini sering luput ketika kampanye dikelola oleh beberapa tim.
Cara menghitung imbal balik tanpa data yang rumit
Apakah harus memakai rumus yang rumit? Tidak. Sederhananya, imbal balik adalah perbandingan antara manfaat yang diperoleh dan biaya yang dikeluarkan. Bila Anda bisa menaksir manfaatnya dan mengetahui biaya billboard secara utuh, Anda sudah bisa menghitungnya.
Langkah pertama: kumpulkan seluruh pengeluaran kampanye, termasuk sewa titik, penyiapan materi, pemasangan, perizinan, dan biaya pengawasan. Langkah kedua: taksir manfaatnya. Untuk kampanye penjualan, manfaatnya bisa dilihat dari tambahan penjualan yang bisa dikaitkan dengan kampanye. Untuk kampanye pengenalan, manfaatnya perlu dinilai dari kenaikan jumlah orang yang mengenal dan menghubungi Anda.
Bandingkan keduanya, lalu putuskan apakah hasilnya sepadan. Yang perlu diingat, manfaat kampanye pengenalan jarang muncul dalam satu periode; ia menyebar ke beberapa bulan berikutnya. Karena itu, bila Anda menghitung imbal balik kampanye pengenalan hanya dari satu bulan pertama, hasilnya hampir selalu terlihat buruk. Sebaiknya tetapkan periode penilaian yang lebih panjang sejak awal, misalnya tiga sampai enam bulan setelah tayang, lalu jangan mengubahnya di tengah jalan hanya karena hasil sementara terlihat kurang menggembirakan.
Cara yang lebih aman untuk pemula: jangan menghitung imbal balik, tetapi hitung biaya per tindakan. Berapa biaya yang Anda keluarkan untuk setiap telepon yang masuk, setiap kunjungan ke toko, atau setiap pertanyaan lewat pesan. Angka ini lebih mudah dipahami dan lebih mudah dibandingkan antar titik, bahkan antar kampanye yang berbeda tahun.
Bila kampanye Anda melibatkan media bergerak seperti videotron, hitung biaya per tindakan dengan dasar yang berbeda, yaitu per durasi tayang. Caranya tetap sama: bagi total pengeluaran dengan jumlah tindakan yang masuk. Yang berubah hanya penyebutnya, sehingga Anda perlu mencatat berapa lama isi Anda benar-benar tampil agar perbandingannya adil.
Cara berpikir ini juga menolong ketika Anda harus memilih antara dua titik dengan sifat berbeda. Titik yang ramai tetapi menghasilkan sedikit pertanyaan bisa lebih mahal per tindakan daripada titik yang lebih sederhana tetapi menghasilkan lebih banyak. Dengan menghitung biaya per tindakan, perbandingan menjadi setara dan keputusan tidak lagi bergantung pada kesan megah sebuah lokasi.
Membandingkan titik dan periode, serta menghindari kesalahan penilaian
Bagaimana membandingkan hasil antar titik? Dengan memakai ukuran yang sama dan periode yang setara. Perbandingan baru bermakna bila dua titik diukur dengan cara yang identik, pada musim yang serupa, dan dengan pesan yang tidak jauh berbeda.
Buat satu tabel sederhana: titik, periode tayang, jumlah telepon atau kunjungan, jumlah pertanyaan lewat pesan, dan catatan kejadian penting seperti hujan besar atau pekerjaan jalan. Isi tabel yang sama untuk semua titik, lalu lihat mana yang paling menonjol. Tabel sederhana ini jauh lebih berguna daripada laporan bertumpuk yang tidak pernah dibaca ulang.
Perhatikan pula perbedaan musim. Kampanye yang berjalan pada musim belanja akhir tahun tidak bisa dibandingkan langsung dengan kampanye pada bulan sepi. Bila ingin perbandingan yang adil, bandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, atau bandingkan dua titik yang tayang bersamaan.
Untuk titik yang tayangnya berbeda waktu, catat kondisi umum pada periode tersebut, misalnya apakah ada libur panjang atau tidak. Catatan seperti ini terasa sepele saat dibuat, tetapi sangat berguna ketika Anda harus menjelaskan hasil kepada pihak lain enam bulan kemudian, ketika ingatan tentang kondisi lapangan sudah memudar.
Bila Anda mengelola titik di beberapa kota, buat tabel yang sama untuk semuanya, lalu tandai kota dengan catatan khusus. Kampanye di Jakarta pada pekan libur panjang tidak bisa dibandingkan langsung dengan kampanye di Yogyakarta pada pekan biasa. Menandai kondisi seperti ini sejak awal membuat Anda terhindar dari kesimpulan yang terlalu cepat, misalnya memutuskan mengganti titik padahal penyebabnya hanya perbedaan musim.
Apa yang paling sering merusak penilaian? Tidak punya penanda sejak awal, mengukur terlalu banyak hal sekaligus, dan menilai kampanye pengenalan dengan ukuran penjualan jangka pendek.
Kesalahan pertama membuat Anda hanya bisa menilai dari kesan. Kesalahan kedua membuat laporan menumpuk tanpa kesimpulan. Kesalahan ketiga membuat kampanye yang sebenarnya berhasil terlihat gagal, karena manfaatnya baru muncul setelah periode pengukuran berakhir.
Kesalahan keempat adalah mengganti terlalu banyak hal sekaligus: titik, pesan, dan desain berubah bersamaan, sehingga Anda tidak tahu mana yang menyebabkan hasil berubah. Bila ingin belajar dari kampanye, ubah satu hal pada satu waktu. Ini tampak memperlambat, tetapi justru mempercepat pemahaman Anda tentang apa yang benar-benar bekerja.
Kesalahan kelima adalah tidak menyimpan dokumentasi. Foto kondisi media, tanggal pemasangan, dan catatan perubahan cuaca atau lalu lintas sering dibutuhkan saat mengevaluasi. Tanpa arsip, penilaian menjadi perdebatan ingatan. Untuk memastikan dokumentasi ini tersedia, pilih penyedia jasa pasang billboard yang rutin memberikan bukti tayang bertanggal.
Kesalahan keenam adalah menunda pencatatan. Data yang dikumpulkan di akhir kampanye dari ingatan hampir selalu tidak lengkap. Catat setiap minggu, sekecil apa pun, dan simpan di satu tempat yang bisa diakses tim. Kebiasaan ini terasa membosankan pada awalnya, tetapi menjadi penyelamat ketika Anda harus menyusun laporan atau mengajukan anggaran berikutnya.
Kesalahan ketujuh adalah mengukur hanya di akhir kampanye. Banyak hal terjadi di tengah periode yang tidak terekam bila pencatatan dilakukan sekaligus di akhir, misalnya minggu ketika hujan deras berlangsung atau ketika ada pekerjaan jalan di dekat titik. Catatan mingguan membuat penjelasan seperti ini tersedia saat dibutuhkan.
Selain itu, catat juga siapa yang melakukan pengamatan dan kapan. Keterangan sederhana ini terasa tidak penting, tetapi berguna ketika data perlu diperiksa ulang. Bila ada angka yang tampak janggal, Anda bisa menanyakan langsung kepada orang yang mengumpulkannya dan memperbaiki kekeliruan sebelum data itu dipakai untuk mengambil keputusan.
Menyiapkan rencana pengukuran bersama penyedia media
Apa yang bisa diminta dari vendor? Bukti tayang, laporan berkala, dan keterangan tentang titik yang membantu Anda menafsirkan hasil. Penyedia yang tertib biasanya sudah punya format laporan standar dan bersedia menyesuaikannya dengan kebutuhan Anda.
Mulailah dengan menyebutkan tujuan kampanye dan cara Anda akan mengukur. Dari situ, vendor bisa menyarankan titik yang sesuai dan memberi keterangan yang relevan, misalnya pola keramaian pada jam tertentu. Untuk kampanye yang butuh tayangan bergerak, misalnya melalui LED Videotron, tanyakan juga berapa lama isi Anda tampil dalam satu putaran, karena hal ini memengaruhi peluang dilihat.
Mintalah juga penjelasan bila hasil terasa menyimpang. Kadang penyebabnya bukan media, melainkan hal lain: pesan yang kurang jelas, penanda yang tidak dipakai konsisten, atau periode kampanye yang bertabrakan dengan libur panjang. Diskusi seperti ini biasanya menghasilkan perbaikan yang lebih cepat daripada mengganti titik tanpa arah. Bawa catatan Anda ke diskusi tersebut; vendor yang baik akan menghargai pengiklan yang datang dengan data, karena percakapan menjadi lebih terarah dan tidak berputar pada kesan semata.
Bila Anda bekerja dengan beberapa penyedia di kota berbeda, mintalah format laporan yang serupa. Perbedaan format sering membuat perbandingan antar kota menjadi rumit, padahal isi laporannya sebenarnya tidak jauh berbeda. Keseragaman kecil seperti ini sangat menolong ketika Anda harus menyusun ringkasan untuk manajemen.
Tanyakan juga siapa yang akan menjadi penghubung selama kampanye berlangsung. Satu nama yang jelas lebih berguna daripada nomor layanan umum, terutama ketika ada hal yang perlu diputuskan cepat, misalnya penyesuaian tayangan atau permintaan dokumentasi tambahan untuk keperluan internal Anda.
Bila ingin membahas rencana pengukuran untuk kampanye akhir tahun 2026 atau rencana 2027, termasuk kebutuhan jasa billboard, vendor billboard, dan harga sewa billboard di kota Anda, tim kami siap membantu lewat konsultasi gratis. Media seperti billboard, mini billboard, baliho, dan 3D Megatron bisa dipertimbangkan sesuai tujuan kampanye Anda.
Saat berdiskusi, mintalah vendor menyebutkan pola keramaian titik yang ditawarkan dan jam paling ramai. Keterangan ini membantu Anda menentukan kapan sebaiknya pesan tertentu ditayangkan. Untuk media digital, hal ini bahkan bisa dimanfaatkan langsung dengan mengatur isi agar muncul pada jam-jam tersebut.
Tanyakan pula apakah penyedia bisa memberikan catatan tentang gangguan yang terjadi selama masa tayang, misalnya perbaikan media, pemadaman listrik, atau cuaca ekstrem yang membuat tampilan tidak optimal. Keterangan seperti ini membantu Anda menafsirkan hasil dengan lebih tepat, dan mencegah kesimpulan yang terburu-buru ketika hasil suatu periode terlihat lebih rendah dari perkiraan.
Bila penyedia tidak memiliki catatan seperti itu, mintalah keterangan lisan pada saat rampung, lalu tuliskan sendiri selagi masih jelas. Yang penting, keterangan tersebut masuk ke dalam arsip Anda. Ketika laporan akhir disusun, keterangan ini menjadi penjelas yang membuat angka lebih mudah dipahami oleh pembaca yang tidak mengikuti keseharian kampanye. Sertakan juga nama titik, alamat, dan nama pengelola, agar keterangan tidak tertukar bila Anda mengelola banyak lokasi di beberapa kota dalam waktu yang berdekatan. Format sederhana seperti ini cukup, dan biasanya lebih sering dibaca daripada laporan tebal yang disusun hanya untuk keperluan formalitas.
Membaca hasil kampanye akhir tahun dan menyiapkan rencana berikutnya
Bagaimana memakai hasil kampanye untuk tahun berikutnya? Dengan menyimpulkan tiga hal: titik mana yang paling bekerja, pesan seperti apa yang paling diingat, dan cara pengukuran mana yang paling berguna. Tiga kesimpulan ini cukup untuk membuat rencana berikutnya jauh lebih tepat.
Kampanye akhir tahun biasanya paling padat, sehingga menjadi kesempatan belajar yang baik. Setelah periode selesai, luangkan waktu untuk meninjau catatan sambil masih ingat konteksnya. Bandingkan hasil antar titik, lalu tandai mana yang layak diulang dan mana yang sebaiknya diganti.
Simpan juga materi yang dipakai. Dari materi itu Anda bisa melihat pola: pesan dengan kalimat pendek biasanya lebih diingat, dan tampilan dengan satu elemen dominan lebih mudah dikenali dari jauh. Catatan seperti ini, dikumpulkan beberapa tahun, menjadi pengetahuan yang tidak dimiliki pesaing Anda.
Untuk kampanye akhir tahun secara khusus, catat juga jam dan hari ketika pertanyaan paling banyak masuk. Pola ini sering berbeda dari dugaan awal: kunjungan bisa memuncak pada hari tertentu, bukan sepanjang periode. Mengetahui pola tersebut membuat rencana tahun berikutnya lebih tepat, misalnya menentukan kapan sebaiknya pesan utama ditayangkan dan kapan cukup menampilkan pengingat.
Terakhir, tetapkan ukuran keberhasilan untuk tahun berikutnya sebelum kampanye dimulai. Dengan begitu, diskusi tentang hasil tidak berubah menjadi perdebatan selera, tetapi menjadi penilaian terhadap hal yang sudah disepakati bersama. Di situlah nilai sebenarnya dari pengukuran: bukan sekadar laporan, melainkan cara membuat keputusan berikutnya lebih tenang.
Setelah semuanya tercatat, tulis satu halaman ringkasan: apa yang dicoba, apa yang terjadi, dan apa yang akan diubah. Satu halaman ini jauh lebih berguna daripada laporan panjang yang tidak pernah dibuka lagi. Bila Anda melanjutkan kampanye di tahun berikutnya, halaman itulah yang pertama kali perlu dibaca, bukan berkas penawaran lama.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah hasil kampanye billboard bisa diukur tanpa perangkat mahal?
Bisa. Cara paling murah adalah memakai penanda yang bisa dilacak, seperti alamat laman khusus, nomor telepon khusus, atau kode promosi yang hanya disebut di media tersebut. Tambahkan wawancara singkat di sekitar titik dan pencatatan pertanyaan yang masuk. Dengan disiplin menjalankannya, data sederhana ini sudah cukup untuk menilai apakah kampanye bekerja.
Berapa lama sebaiknya pengukuran dilakukan?
Sesuaikan dengan tujuan. Untuk kampanye promosi, pengukuran dilakukan sepanjang masa tayang dan beberapa minggu setelahnya, karena orang masih memutuskan setelah media tidak lagi terpasang. Untuk kampanye pengenalan merek, pengukuran sebaiknya berlanjut beberapa bulan karena ingatan terbentuk dari pengulangan. Menilai kampanye pengenalan hanya dari bulan pertama hampir selalu memberi kesimpulan yang keliru.
Apakah penjualan yang naik bisa dipastikan berasal dari billboard?
Tidak bisa dipastikan seratus persen, dan itu wajar untuk media luar ruang. Yang bisa dilakukan adalah mendekati: pakai penanda khusus, bandingkan dengan periode yang sama sebelumnya, dan catat hal lain yang berubah. Dengan beberapa cara sekaligus, Anda bisa memperoleh gambaran yang cukup kuat untuk mengambil keputusan, tanpa harus menuntut kepastian mutlak.
Bagaimana bila kampanye tidak menaikkan penjualan sama sekali?
Periksa tiga hal lebih dulu: apakah tujuannya memang penjualan atau pengenalan, apakah penanda dilacak dengan konsisten, dan apakah pesannya cukup jelas. Bila tujuannya pengenalan, kenaikan penjualan memang bukan ukuran yang tepat untuk menilai. Bila pesannya kabur atau titiknya salah, memperbaiki dua hal itu biasanya jauh lebih berguna daripada langsung menambah anggaran pada periode berikutnya. Bila semuanya sudah benar tetapi hasil belum terlihat, beri waktu lebih panjang sebelum mengambil kesimpulan.
Apakah pengukuran perlu dilakukan untuk setiap titik?
Idealnya ya, karena setiap titik punya karakter berbeda, termasuk pola keramaiannya. Namun bila anggaran terbatas, ukur dua atau tiga titik yang paling penting dan pakai titik lain sebagai pembanding yang diamati secara sederhana. Yang penting, cara pengukurannya sama untuk semua titik yang dibandingkan, agar hasilnya bisa dibaca secara adil dan tidak menyesatkan.
Bagaimana cara membandingkan hasil antar tahun?
Gunakan periode yang setara dan ukuran yang sama. Bila kampanye tahun ini memakai nomor telepon khusus, tahun depan pun sebaiknya begitu, sehingga angkanya bisa dibandingkan tanpa perlu penyesuaian. Simpan juga catatan tentang kondisi khusus, seperti libur panjang atau cuaca, agar perbedaan hasil bisa dijelaskan tanpa mengandalkan ingatan semata. Bandingkan pula pada kawasan yang setara, karena titik di jalur perkantoran dan kawasan wisata memiliki pola yang berbeda.
Apakah laporan dari penyedia media bisa diandalkan?
Sebagian besar bisa, terutama bila laporannya berupa bukti bertanggal dan bukan sekadar pernyataan. Mintalah contoh laporan sebelum kontrak dan tanyakan seberapa sering diberikan, apakah mingguan atau bulanan. Bila memungkinkan, lakukan pemeriksaan sendiri sesekali dengan mendatangi titik pada jam ramai. Kombinasi laporan penyedia dan pemeriksaan Anda sendiri memberi hasil yang paling bisa dipercaya.